Wednesday, January 12, 2011

Insomnia


POP!! Heya lovelies!! Awak muncuuuuuull :D!!! Akhirnya Ya Robb, saya ada nyali juga untuk menulis kembali!! *macam ada saja yang mau baca tulisan kau butet!* Hehehe. Anyway. sebenernya sih tadinya saya ingin sedikit berbasa-basi dulu sebelum masuk ke topik utama, bikin semacam paragraf pembuka gitu dwehh. Tapi apa mau dikata, otak ini sudah kronik karatannya. Ditambah lagi hati saya sudah dingin membeku dan keriangan saya mulai pudar akibat ditempa pekerjaan sebagai bagian front desk di kantor, YANG secara rutin bertemu ribuan (LEBAYY!!) orang-orang menyebalkan yang hobinya cari perkara *yaolooohh!!!*. Zadiiiiiiii, bijimane kalo kita langsung ke topik per-ngemengan saja, setuju ya? Setuju dooong! *ngomong sama tembok*. Ya abeeeess, udah gatel berat nih akika punya jari jemari hehehe.

So, begini ceritanya.... Alkisah semalam (waktu Indonesia Bagian Lampung), di sebuah kamar berukuran kurbih 6x3 m2 , saya melakukan salah satu dari sekian banyak hobi saya di kala hati sedang gundah dan pulsa sedang berlimpah, yaitu... Internetan pake HP!!! *PENTING BANGET YA BOKK!!* . Tapi disini tolong dicatat ya kalo saya ini tidak browsing yang porno-porno. Soale, kalo mau browsing begituan mah mending saya pake internet kantor aja, gratis tis tis! Hihihihihiiiiiii.. . Nah, kalo begitu apa dong yang saya selancari?? Random things. Kadang-kadang blog perkewongan (oh, saya hobi betul browsing beginian walopun belon ada niat kawin :D), blog fesyen, blog resep (khusus yang ini saya aktifin mode gambar, gak nendang baca resep kalo gak pake gambar hehe), ataupun blog-blog lainnya (Iyee, awak memang paling gemar selancarin blog-blog orang). Sampai suatu ketikaaaaa, saya menemukan fenomena menarik. Gak sengaja saya menemukan sebuah artikel jadul di Detik.com tentang seorang Blogger Indonesia yang meninggal dunia tidak lama setelah dese mem-posting tulisan tentang Mimpi Kematiannya sendiri. Wohooooo, EPIK!! Secara saya ini *ehem* orang Timur nyang paling demen sama hal-hal berbau menyan dan misteri, maka tergelitiklah jiwa detektif (baca : kepo) saya untuk menelusuri kisahnya lebih lanjut. JRENG JRENG!!! ---> *emoticonnya ndak nyambung*

Modus yang paling mudah dalam hal meng-kepo atau mencari info tentang sesuatu atau seseorang adalah, tidak lain dan tidak bukan, menggunakan bantuan Nyai GOOGLE, si nyai serba tau. Saya sering loh berhasil mencari info tentang banyak hal cuma berbekal si Nyai ini pleus bakat alami dalam mencari "kata kunci yang tepat". Naaahh, berbekal informasi dari Detik.com yang memberikan beberapa link dan nama si Blogger, saya pun mulai "bekerja". Pertama, ini yang paling gampang ya, adalah mengetik nama si Blogger ditambah embel-embel "meninggal" (serem ya, tapi yasudahlah yaa, namanya juga kepalang penasaran hehe). Apa yang saya dapatkan? BANYAK!!! Yang jelas, kebanyakan link yang muncul adalah link blog dan link forum. Daripada ribed ngeliat puluhan hasil pencarian, saya akhirnya memilih 2 saja.

  • Yang pertama adalah tulisan salah seorang Blogger (yang lain ya, bukan yang meninggal ) tentang rasa sedih dan harunya akibat seorang kawan ngeblognya mokat alias telah tiada. Nama almarhumah adalah sHa, orang yang saya yakin adalah orang yang sama dengan yang dibahas di Detik.com. Nama lengkapnya kalo gak salah Natasha Anya (widiii, namanya cakep deh, pasti anak gaul), asal Solo. Secara saya paling muak dengan ucapan bela sungkawa berlebih-lebihan pleus dramatisasi diluar ambang batas, saya mending gak usah bahas isi tulisannya disini deh ya daripada bikin nyinyir. Soalnya, yang sebenernya menarik buat dibahas itu bukan konten tulisannya, tapi justru foto dan komen-komennya. Nah jadi begindang, tadinya saya gak aktifin tuh mode gambar di HP (biar ngirit), cuma kok ya saya penasaran juga sama foto si sHa (H-nya harus gede ya boww, biar gawul. Yeuk!) ini. Dan begitu saya aktifin mode gambar, yang keluar malah, JRENG! "Foto (yang diduga) mayatnya dia dalam posisi tidur yang (kayanya) abis didandanin" *Naci bokk kayanya, biar caem gitu kali ya sebelom dikremasi hihi*. Aseli ye, jantung awak mau tjopot rasanya! Betul deh! Gengges rasanya malem-malem liat foto begituan, jadi merinding sendiri. Alhasil langsung aja saya tutup foto tersebut dan kembali ke komen (phiuh!). ~Hop hop! *lompat ke komen*~ . Apakah isi komennya?? BUANYAK!! Kalo gak ada kata kunci yang bikin saya penasaran, males aja deh baca komen segambrengan begitu. Lalu, apa dong kata kuncinya?? *lama-lama kok jadi kaya kuis*. Kata kuncinya adalah *eng ing eng* FIKTIF. Yeah baby, FIKTIP! Ternyata semakin kebawah, komen-komen disana mulai meragukan bahwa tokoh sHa disini adalah tokoh yang benar-benar ada alias real. Mengapa? Hal ini dikarenakan (kesimpulan saya setelah mabok baca komen) TIDAK ADA seorang pun yang komen (teman dekat ataupun yang mengaku teman dekat sekali) yang pernah bertemu muka dengan almarhumah. Paling banter chatting, teleconference, atau yang paling "real", saling bertelepon. Ditambah lagi, tidak ada satu keluarga pun atau teman sepermainan kek, atau teman "real" sHa yang sanggup atau mau mengkonfirmasi bahwa berita itu nyata adanya. Bahkan sampai Detik.com pun kewalahan menelusuri riwayat hidup si sHa ini dan akhirnya menghentikan investigasi mereka. Singaneh gak tuh??

  • Link kedua yang saya click adalah link blog yang ternyata terkoneksi langsung dengan artikel tentang sHa di Detik.com. Isinya sih hanya sedikit basa-basi belasungkawa dan beberapa link yang berhubungan dengan kisah kasus si "Natasha Anya" ini. Komennya bagaimana? Jangan ditanya deh! Baru kali ini saya melihat blog yang konten tulisannya saja tidak lebih dari 10 baris dan (maaf) isinya juga gak penting-penting amat, bisa mencapai angka 600 (lebih sedikit) komen jekk!! Marvellous!!! Bikin mata melotot dan jantung kodot-kodot!! Namun, apakah hal di atas sudah sangat hiperbolik untuk saya?? Belum! Saya ternyata harus menengok isi komennya untuk memastikan bahwa INILAH bagian yang paling tajam, setajam.... SILET! *with fenirose ngemeng accent*. Satu kata untuk mendeskripsikannya, DRAMA! Dari mulai komen menye-menye, komen sampah/junk, komen investigasi, komen ngibul, sampai komen (yang mengandung sebagian) fakta pun ada. Orang-orang yang komen siapa? Dari orang numpang lewat, orang yang (lagi-lagi) niatannya cuma untuk nge-junk, geng aneh yang-katanya-sih-kenal-banget si sHa, temen-temen forumnya si sHa di orange.net (yaoloh, jadul pisan), sampe orang-orang yang cuma sekedar penasaran dan gatel pengen eksis di tengah kehebohan tersebut. Yang saya salut sih, kegiatan saling berbalas komen untuk tulisan tersebut bertahan sampai kurbih 3 tahun loh teman. Hebat ya! Intinya sih begini, blog kedua ini berisi investigasi yang jauh lebih mendalam tentang keaslian tokoh sHa yang sangat fenomenal itu dan melibatkan lebih banyak pihak-pihak baru. Banyak sekali temuan-temuan yang semakin menegaskan bahwa tokoh sHa, ternyata memang cuma tokoh rekaan alias FIKTIF. Dan kematiannya itu hanyalah cara si "OTAK UTAMA" (whom-i-dunno-who) menarik diri dari dunia yang dia ciptakan. Alasannya? Embuh. Hingga saat ini, hal tersebut masih menjadi misteri. Anw, daripada saya stres karena harus mem-breakdown satu-persatu investigasi dari sumber tersebut, baiknya saya beri saja linknya ke agan-agan sekalian (yang (mungkin) lagi kurang kerjaan dan mau sedikit berpusing-pusing) untuk cekidot link ini. Monggo digaraaaaapp....
Oh iya, sekedar melengkapi kekisruhan tulisan saya yang gak ada keren-kerennya ini, kasus menghebohkan tentang Natasha Anya terjadi pada tahun 2005 dimana Friendster (yep, ingat kan freeeen kalo kita dulu pernah gandrung sekali bertukar testi?? Itu berkat FS loh cyin :D) masih menjadi trademark gawul. Namun sayang beribu sayang, blog dan FS si sHa tidak bisa diakses lagi sekarang karena sudah dihapus oleh entah-siapa. Sayang deh, kalo aja masih ada, kan saya bisa lebih puas lagi mengoreknya hiks...

Ngokk!! Tiba-tiba awak blank mau menulis apalagi ! Namun, berhubung awak ingin tetap tampil konsisten dengan konsep awal tulisan ini yang sudah terlanjur basah tidak ber-kata-pembuka, maka awak pun memutuskan untuk tidak memakai kata penutup. Sekian dan terima aja deehhh. *kecup santai*

0 opinions: