Friday, September 25, 2009

Do Not Give Up!

Postingan baruuuuuuuuu!!! hehehe. Akhirnya setelah berbulan-bulan menghadapi internet yang lemot minta ampun dan mood menulis yang naik turun, gua coba untuk menulis sesuatu. Lebaran kemaren gua dapet cerita baru dari kunjungan singkat gua ke Cilandak. Gua dapet sekelumit kisah tentang Papa.

Dimulai dengan obrolan santai tentang gua dan abang gua di perantauan, out-of-nowhere Tante gua cerita tentang Papa. Dia cerita kalo Papa pernah bilang gini ke dia, "Mbak, apa semua penderita hepatoma (kanker hati) pasti mati?? Saya mau lawan penyakit ini! Saya mau sembuh..". Deg!! Rasanya jantung gua berhenti sepersekian detik dan nyaris gua keselek ketupat yang lagi gua makan. Sedih dengernya.


Hepatoma atau Hepatocellular Carcinoma atau Kanker Sel Hati adalah penyakit yang sangat mengerikan. Setidaknya itu yang gua simpulkan berdasarkan pengalaman gua ngeliat Papa. Dulu Papa berbadan tambun dan segar tapi semenjak penyakit itu muncul, Beliau jadi kurus dan susah makan. Menurut Tante gua lever Papa udah menghitam seluruhnya. Tadinya kalau masih ada bagian yang sehat, bagian hitamnya bakal dibuang. Kalo udah hitam semua begitu apa mau dikata, nggak ada lagi yang bisa diusahakan.

Tante gua bilang, dia cerita semua itu supaya gua dan abang gua mencontoh Papa yang pantang menyerah. Walaupun Beliau tahu hampir nggak mungkin lawan penyakit itu, Papa tetap punya tekad untuk sembuh. Om gua juga bilang, Papa dulu pengeeeeennn banget masuk Kedokteran. Dulu, beliau sampai ikutan tinggal di asrama para calon dokter. Tapi ya pada masa itu, masuk kedokteran susah banget. Dari segi kemampuan, biaya, apalagi Papa cuma berasal dari kampung pesisir di Lampung. Pada akhirnya, Beliau menyerah dan ngelepas cita-citanya.

Om gua juga cerita, dulu waktu Beliau dan Papa diajak jalan-jalan Almarhum Pakde Enar ke daerah Kota, Papa ditraktir bakso untuk pertama kalinya. Saking Papa pikir bakso itu makanan mahal, Papa cuma makan mienya dan nggak berani makan baksonya. Beliau juga pernah mengira bahwa oncom yang dimasak Tante gua dulu adalah telur ikan. "Enak", kata Papa.

Gua jadi mikir, betapa gua nggak menghargai hidup gua saat ini. Sering gua mengeluh untuk hal-hal yang nggak perlu. Semasa hidup, Papa selalu ngasih yang terbaik buat gua dan keluarga. Sekali pun Papa nggak pernah bawa-bawa betapa dulu Beliau hidup susah untuk menyambung hidup. Beliau mengajarkan gua untuk nggak menyerah, bukan dari nasehat atau kata-katanya. Gua justru belajar dari cerita orang lain tentang dirinya, tentang keteladanannya. Papa bukan orang kota yang bisa sekolah ke sekolah mahal apalagi luar negeri. Beliau cuma anak pesisir yang merantau ke Jakarta. Tapi Beliau membuktikan bahwa bukan harta yang menjamin keberhasilan seseorang. Sampai akhir hayatnya, Papa tetap dikenal sebagai Marketing Manager handal, ahli formula luar biasa, dan dosen yang sangat kooperatif.

I'm very proud of you Dad..

Monday, June 22, 2009

Pulan's Diary

Berikut ini adalah cerita rekayasa. Janganlah kawan-kawan mengira ini adalah bagian dari cerita pribadi sang penulis. Ini semua hanyalah khayalan lepas di sore hari suntuk menjelang pulang kantor. Nah, begini ceritanya....

Kisah 1

Terkisahlah Si Pulan, gadis lugu berumur 20-an yang masih sangat hijau. Ia bekerja di sebuah perusahaan pengimpor buah-buahan terkenal di belahan timur kota sebagai asisten pribadi Direktur Utama. Pada suatu pagi yang ngantuk, Si Pulan datang ke meja Sang Bos untuk meminta tanda tangan. Mereka pun terlibat pembicaraan santai...

Si Pulan: "Sudah sarapan, Bos?"
Sang Bos: "Belum tuh."
Si Pulan: "Mungkin mau saya panggilkan Ujang (seorang pesuruh) Bos untuk pesan makanan?"
Sang Bos: (terdiam sejenak) "Entar aja deh.."
Si Pulan: "Atau mau buah (buah yang dimaksud Si Pulan: APEL) mungkin Bos?"
Sang Bos: (kaget lantas tersenyum sumringah) "Kamu nawarin saya "BUAH" Pulan??"
Si Pulan: (dengan polosnya) "Iya, Bos."

lanjutannya harap imajinasikan saja sendiri...........




Kisah 2

Pada suatu hari, seluruh pegawai di kantor Pulan diharuskan memakai batik, demikian pula Si Pulan. Namun, karena batik Si Pulan sedang dicuci, Si Pulan terpaksa memakai kemeja tersisa yang konon kata penjualnya, motifnya "agak" mirip batik.

Menjelang sore hari yang malas, Si Pulan dan Sang Bos yang baru kelar rapat terlibat perbincangan singkat namun padat...

Sang Bos: "Pulan, kok batik kamu aneh?"
Si Pulan: (sambil memeriksa batiknya) "Apa yang aneh, Bos?"
Sang Bos: "Itu kok ada gambar daun, bunga, sama "BUAH"nya?"
Si Pulan: (belum sadar juga) "Namanya juga batik bo'ong Bos hehe."
Sang Bos: (tertawa fake sembari masuk ruangan Direktur) HA..HA..HA.

Setelah Sang Bos masuk, Si Pulan iseng melihat-lihat gambar di bajunya. Motif bajunya ternyata terdiri dari beberapa pucuk daun dan serumpunan bunga. Ya, hanya daun dan bunga. Lantas, di mana "BUAH"nya??

Sekian cerita singkat dari saya. Semoga kepolosan Si Pulan dapat menginspirasi Anda semua. Sekali lagi, cerita ini murni hanyalah khayalan belaka. Kesamaan nama dan tempat kejadian bukanlah merupakan suatu kesengajaan. Sumpah!!

Sunday, May 24, 2009

The Pink Devils

hadeuuhh, pink lagi, pink lagi! jangan bosan ya kawan-kawan, abis warnanya HOT sih! hahaha.

Forever 21 dress. Mom's vintage crochet bolero. Cutesy pink pumps.

Monday, May 18, 2009

The Red Heathen

Congratulation my lovely MANCHESTER UNITED for your 18th premier league title!!!




I will wait for your next UEFA Champions League title soon and prepare myself to welcome QUADRUPLE in Manchester United history..


Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching up up up!

Just like the busby days and days gone by,
We’ll keep the red flags flying high,
Your gonna see us all from far and wide,
Your gonna hear the Mans that sing with pride.

United, Man united,
We’re the boys in red and we're on our way to Wemberly!

Wemberly, Wemberly,
We're the famous Man united and we're going to Wemberly,
Wemberly, Wemberly,
We're the famous Man united and we're going to Wemberly

In ’77 in the stockham team,
Back in December '83,
And everyone will no just who we are,
They'll be singing que sera sera

United, Man united,
We’re the boys in red and we're on our way to Wemberly!

Wemberly, Wemberly,
We're the famous Man united and we're going to Wemberly,
Wemberly, Wemberly,
We're the famous Man united and we're going to Wemberly

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching up up up!

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching up up up!

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching up up up!


GLORY....GLORY...UNITED!!!

Thursday, May 14, 2009

It's peach, not pink baby!!

Vintage woven top and vintage flowery skirt, cutesy shoes

gua lagi hobi ngubek-ngubek baju-baju jadul nyokap. tak dinyana, bertemulah gua dengan berbagai harta karun dari masa keemasan nyokap dulu. take a look!!


nb: maafkanlah pose gua yang "seadanya" dan kaki gua yang kurang sedap dipandang *big grin*.

Wednesday, May 13, 2009

Late and Furious

hari ini gua sial, bener-bener sial! bayangkan kawan, gua telat 1 menit, 1 menit!! kurang HITS apa coba! betul-betul menyesakkan dada dan sanubari...



jadi, ini kisahnya. gua emang bangun agak siang mumpung adek gua nggak sekolah. tapi, nggak berlebihan jugalah siangnya. paling nggak jam setengah 7 gua udah berbaju kerja lengkap. gua pun buru-buru pasang soft lense dan sarapan cepat seperti biasa. nggak lama setelah itu, gua di-drop di Kalibata. kira-kira jam 7-an lah gua sampe di sana. di luar dugaan, bisnya lamaaaaaa banget datengnya. panik dong gua! waktu terus memacu nih. belum lagi adrenalin gua udah mulai membludak nggak karuan. gua ampe mikir naik mikrolet aja apa sampe jambul terus lanjut 06. tapi gua berusaha setia menunggu. soalnya naik bis lebih cepet daripada angkot. maklum, sopir Kopaja 57 terkenal nggak santai nyetirnya.



akhirnya setelah hampir 10 menit berlalu, datanglah bis yang gua tunggu-tunggu. gua pun buru-buru naik. ternyata, di dalem bis lumayan penuh penumpang. jadi, gua terpaksa berdiri. barulah di sekitar daerah PGC gua bisa duduk dengan tenang karena penumpang banyak yang turun. sembari menunggu lampu merah di depan PGC berangsur hijau, gua ngecek jam di HP, pukul 7.17!!!! wah, gua udah nggak bisa mikir deh. gua cuma berharap si abang berubah jadi pembalap dan membawa gua ngebut di jalanan padat ibukota (layaknya film Fast&Furious). ternyata eh ternyata, abangnya sangaaaattt selooon (baca: santai bukan main!). selepas lampu merah, doi sempet-sempetnya nurunin anaknya yang masih bayi untuk diserahkan ke emaknya di seberang jalan. HITS nggak tuh! untungnya, ini masih bisa gua tolerir (walaupun gua gedeg setengah mati!).

setelah adegan yang sangat memakan waktu tersebut, si abang mulailah narik lagi. lalu, terjadilah hal yang sangat memuakkan! bis yang gua tumpangi kan cukup penuh. lumayan banyak yang berdiri soalnya. nah, si abang ini anehnya masih aja berlambat-lambat mencari mangsa sampai-sampai dilewati 3 bis Kopaja 57 yang lain. padahal diantara tiga bis tersebut, bis gua-lah yang paling penuh. buset, nih abang maruk banget yak! tapi, untuk kesekian kalinya gua masih berusaha sabar (nggak terhitung berapa kali gua istighfar diselingi makian). namun, sampai di lampu merah Hek, gua pun udah kehilangan harapan. tinggal 3 menit waktu yang tersisa sebelum jam setengah 8. gua pun berusaha berdoa sekali lagi mudah-mudahan si abang nyadar dan segera menjadi sopir Kopaja yang sejati, serba nggak santai kalo urusan nyupir! tapi si abang ini emang dari dasarnya slowly for money, jadi doa gua mentah dan hilang tuah. setibanya di depan kantor, gua buru-buru turun dan berlari kencang menuju mesin absen. dengan terengah-engah, gua tengok jam di mesin, 07.31! yak, sempurna!! dengan terkulai tak berdaya, gua pun menempelkan jempol gua ke mesin, titutt!! and i'm officially been LATE!!

Tuesday, May 12, 2009

Thoughts of The Day

i dedicate the quotes for all of my very best friends. these are for you girls...


"Best friends are the siblings God forgot to give us."



"Many people will walk in and out of your life, but only true friends will leave footprints in your heart."




"Everyone hears what you say. Friends listen to what you say. Best friends listen to what you don't say. "

"Don't walk in front of me, I may not follow;
Don't walk behind me, I may not lead;
Walk beside me, and just be my friend."



"Best friends are like diamonds, precious and rare. False friends are like leaves, found everywhere."

"A friend is someone who can see the truth and pain in you even when you are fooling everyone else. "


and "Only your real friends will tell you when your face is dirty. "


thanks for being such great friends. i love you girls....<3<3<3

Monday, May 11, 2009

Tour de Bintaro




capek..capek..capek! semua orang keliatan capek hari ini, termasuk pegawai-pegawai di kantor gua. maklum aja, anak-anak SD kelas 1-5 kan lagi pada liburan dalam rangka memasuki masa UAN kelas 6. jadi, kebanyakan para orangtua memanfaatkan liburan akhir minggu ini ngajakin anak-anaknya jalan-jalan. gua pun nggak mau kalah eksis. hari sabtu gua lewati dengan reunian bareng temen-temen satu kost semasa kuliah di Bintaro dilanjutkan dengan ritual plesir-gosip bersama sahabat-sahabat tercinta. karena salah satu sahabat gua chekka ditinggal sendiri oleh keluarganya yang pada nginep di puncak, gua dan Dina Novenda Sari berbaik hati menemani doi melewatkan satu malam di jalan musyawarah.

kami pun tertidur pulas mengingat dina harus kuliah pada hari MINGGU. ironis bener! masa hari libur kuliah. kasian dina. tapi sebagai penghibur, doi diantar gua dan chekka langsung menuju kampusnya yaitu (kita sebut saja) Kampus Kuning. sesampainya disana, kami sarapan cepat di gang senggol lalu mengantar dina ke fakultasnya. di mobil, kami bertiga kasak kusuk merayu dina untuk bolos aja dan berhubung dina paling nggak tahan dirayu, terpengaruhlah doi. kami pun sepakat untuk memberi dina waktu satu jam kuliah kemudian doi akan dijemput untuk edisi plesir-gosip selanjutnya. nah, selama menunggu dina, gua dan chekka hunting tempat untuk ngerokis-ngerokis santai. setelah berputar-putar sejenak, akhirnya kami berhenti di belakang stadium kampus. di sana, kami berbincang hangat, curhat, bercanda gurau, dan foto-foto. sekitar jam dua, dina pun sms memberi kabar kalo dia udah bosen kuliah dan mau kabur aja. doi pun dijemput dan kami bertiga melanjutkan perjalanan menuju Bintaro.

ternyata, Bintaro banyak juga perubahannya semenjak terakhir kali gua kunjungi. pas hari sabtu, gua cuma beredar di sekitaran BP dan ponjay jadi nggak tau kalo di belakang Carrefour sektor 7 jalanannya udah jadi. katanya di sekitar tempat offroad dan motorcross di sekitar situ, padang ilalangnya yahud. penasaranlah kita-kita orang pingin kesana. tapi bete-nya, ternyata di sepanjang jalan baru itu, banyak alay-alay yang sedang asyik memadu kasih. heran, kaya nggak ada tempat lain yang lebih manusiawi aja buat bercumbu, nggak di pinggir jalan juga kali! untung aja ada patroli jadi kami bisa parkir dengan sukses.

chekka pun lantas mengajak gua dan dina melihat bekas lokasi pemotretan majalah tempat dia dulu bernanung. kereeeeeeennn.. ilalangnya setinggi orang dan banyaaaaaaaaakkkkkkk banget (yaiyalah namanya juga padang ilalang!). dan ternyata saat kami berfoto-foto dengan riang gembira, beberapa motor dan mobil sedang ber-offroad ria. kami pun bertanya-tanya apakah lokasi kami adalah jalur offroad mereka. tapi chekka meyakinkan kalau tempat itu "kemungkinan" hanya akan dilewati motor. faktanya, perkiraan tersebut salah besar. terhitung tiga kali kami nyaris tertabrak mobil offroad yang sama. sendal jepit gua pun terlindas dengan sempurna. tapi ujung-ujungnya malah kami bertiga berkenalan dengan dua lelaki pengendara mobil ber-ban horor itu. maka, berakhirlah hari yang panjang itu dengan kami berlima (gua, chekka, dina dan dua lelaki-yang-nyaris-nabrak-kami) ngobrol-ngobrol santai di Oh La La Cafe sektor 7 (dibumbui kecurigaan kalo ada yang terjebak cinlok..*big grin*).