Cross Your Legs and Speak Eloquently
Monday, December 31, 2012
Just For Fun 2
Colour of Life
Sunday, December 30, 2012
Endless Rant
More Than Words
Monday, February 6, 2012
-What i believe-
The Government gives equal rights to all its civil servants, regardless of class and/or position, to jointly fight against the misuse of power, duties, and authority which occur in the Governance System.
pic courtesy: GOOGLE
-Reality-
Let's get real. There's no such things like freedom of speech, equal rights or whatsoever in our beloved country. Oh, and your position in government does play a huge role. So if you are still "nobody" and just want to live peacefully as a common civil servant, do keep your idealism in a sealed jar and STFU! Coz you know what, your definition of righteousness will never win against the power of MONEY.
PERIOD
Wednesday, January 26, 2011
Ceracau Siang Bolong
atau (bahasa lainnya) depresi, stress, frustasi (you name it yourself-lah). Bagi saya pribadi, jujur masa-masa seperti ini adalah titik terendah dalam perjalanan karir saya yang masih seumuran pohon toge. Saya mungkin masih baru, masih bau kencurlah kasarnya *bukan bau ketek ye*. Namun pekerjaan yang setiap harinya harus berhubungan dengan manusia dan "melayani" kemauan mereka yang terkadang bisa kelewat aneh, lambat laun membuat jiwa saya menjadi kelam kelabu. Bawaannya jadi terus-terusan ngomel, mewek, ngeluh, marah-marah, naik pitam, pokoknya segala jenis perasaan yang menguras jutaan liter emosi di dalam darah saya *caelah*. Sumpah loh jekk, entah sudah berapa butir Param*x yang saya tenggak akibat sakit kepala yang secara mengerikan, intensitasnya bertambah seiring "dipekerjakannya" saya sebagai Petugas TPT.
Why oh why?
Saya rasa masalahnya bermula akibat sedang terjepitnya posisi Instansi tempat saya bekerja akibat kasus fenomenal GT. Kasusnya apa? Udah terkenal gela cyin, yu liat aje ye sendiri di tivi. Beritanya rutin wara wiri kok, gak siang, gak sore, gak malem, bahkan subuh. Medianya? Oh banyak! Jangan sedih!! Mulai dari siaran berita, acara bincang-bincang kacangan, Infotainment, Acara Lawak, sampai iklan komersial pun ikut-ikutan terbawa fenomena si GT ini.
Do i care? Big NO!
Lah sape die. Kenal juga kaga. Namun sialnya, kok ndilalah doi itu rekan se-Instansi saya. Kena pulaklah saya getahnya. Segala pekerjaan saya, hanya karena kami berada di bawah satu payung Instansi yang sama, digeneralisasi habis-habisan berdasar atas track record doi. Capek gak lo?
Berikut adalah contoh-contoh intimidasi yang sering saya terima belakangan :
1. Seorang Bapak-bapak yang "niatnya" mau lapor Bulanan.
Si Bapak : "Aduh jauh ya mbak tempatnya! Mana sekarang beras mahal lagi, seliternya 8ribu, saya jadi susah makan mbak, gak bisa beli beras."
Saya : "He? Iya Pak." *mesem-mesem aja* ~lagian apa hubungannya juga ama gua lo bisa beli beras apa gak~
Si Bapak : "Klo GT sih enak ya mbak, duitnya banyak, bisa ngapa-ngapain aja."
Saya : *diem aja* ~Loh kok jadi bawa-bawa GT sekarang? Emang GT gitu yang makan duit beras situ? Lah emangnya situ kenal?~
Si Bapak : "Wazwezwozshuayaasyuuu..." *meracau gak jelas, mostly mengenai ratapan hidupnya yang (konon katanya sih) kurang tajir*
Saya : *mengetik dengan gak santai ditambah bibir manyun 5 km*
Si Bapak : *sadar dicuekin lalu menunjuk toples permen* "Boleh saya ambil permennya ya Mbak?"
Saya : "Oh silahkan Pak."
Si Bapak : *sambil ngunyah* "Ini nih permen GT ya mbak hehehhe.." *cengengesan*
Saya : What the?! *keselek stempel* 
FYI, si Bapak tersebut hendak melaporkan laporan bulanan 3 buah CV yang isinya NIHIL semua! Pegawai, gak ada. Transaksi, boro-boro. See! Beliau aja bikin CV gak jelas, kok bisa-bisanya ya dengan sengaja mengintimidasi orang yang sudah melayani Beliau secara sopan, baik-baik, dan jelas-jelas tidak mempersulit (apalagi minta duit!). Sarap gak tuh?!
2. Seorang mas-mas yang mau laporan Tahunan
Mas-mas : "Mbak, saya mau lapor tahunan."
Saya : "Oh silakan mas, boleh saya liat?"
Mas-mas : "Mbak mau tanya dong, itu yang dua kolom harus diisi apa ya? Kita di kantor gak tau semua."
Saya : "Oh ini diisi jumlah harta dan hutang pak, jumlahnya gak usah terperinci juga gpp, dikira-kira aja."
Mas-mas : "Aduh, terus harus diisi ya mbak?"
Saya: "Sesuai ketentuan ya wajib mas selama memang ada nilainya, baik harta maupun utang. Mas tau gak ini jumlahnya berapa?"
Mas-mas : "Aduh mbak, saya gak tau, ini temen-temen nitip aja, kita juga gak dikasih tau cara ngisinya dari kantor."
Saya : "Atau kalo mau, dicoba telp aja mas temen-temennya terus tanya, ini jumlahnya berapa."
Mas-mas : "Aduh mbak, saya gak punya waktu, ini saya kan cuma dititipin! Itu kok temen-temen saya yang lapor di kota gak ngisi boleh-boleh aja, masuk-masuk aja, kok disini beda lagi! Saya jangan dipersulit dong mbak! Mbak sih enak gajinya gede! Saya gajinya seberapa sih mbak, gak mungkin ada penghasilan lain-lain kok. Jadi jangan dipersulit kaya gini dong! Kami ini orang awam mbak, tapi bukan orang bodoh. Kalo dikasih penjelasan dari awal ya kami-kami di kantor juga pasti bisa ngisinya. Ya jangan kaya gini ini!!" *meracau gak santai*
Mas, HELLO, PLISS deh!! Siapa juga yang berpikir sampeyan bisa ngegelapin dana sampe milyaran tho? Kok malah sampeyan merasa terintimidasi oleh saya lantas mengintimidasi saya balik. Dengan cara yang kurang tepat sasaran lagi. Kenapa jadi penghasilan saya yang dibawa-bawa? Apa hubungannya dengan urusan sampeyan dimari? Sekarang begini deh, kan sampeyan yang bertanya lebih dulu ke saya apa-apa saja yang wajib diisi. Tapi begitu sudah saya jelaskan dan ternyata terdapat kesalahan, malah sampeyan sendiri yang cari-cari alasan agar tidak usah mengoreksi. Alasannya banyak betul deh, percis mahasiswa yang ketauan nyontek. Ceracaunya gak tentu arah! Kalo memang ingin dianggap sebagai WP yang baik, patuh, dan "berpendidikan" seperti yang sampeyan berusaha tunjukkan pada saya, ya tolong dong sebelum dilaporkan, setiap berkasnya dicek dulu kelengkapan dan kebenaran isinya. Ini kok mau-maunya ditiitipin berkas yang "belum jelas" sama orang lain. Sampeyan serius nih orang kantoran? Berpendidikan? Kok saya ragu sih?
FYI ya kawan, doi melaporkan form 1770 SS yang isinya hanya kolom jumlah harta dan kolom jumlah kewajiban/hutang.
Gak tau jumlah tepatnya? Kan saya sudah beri kebijakan. Gak perlu angka yang rinci, dikira-kira saja.
Segitu doang masih ngerasa dipersulit? Sedih saya brur!
Saya rasa dua contoh di atas sudah cukup membuktikan bahwa sebagian (kecil) masyarakat kita masih berpikiran sempit dan skeptis. Saya tidak membela GT, yang salah tetaplah salah. Saya pribadi pun berharap GT diadili seadil-adilnya. Namun sebagai orang yang bijak, tidak seharusnya Anda-anda di luar sana men-generalisasi sebuah Instansi hanya berdasar kesalahan sebagian (kecil) pihak. Nilailah seorang pegawai berdasar kinerja personalnya. Selama sebuah pekerjaan dijalankan sesuai dengan peraturan, saya rasa tidak akan ada pihak yang dirugikan. Jadi, kenapa harus saling mengintimidasi??
HAH, saya ini ngomong apa sih? Sudahlah, abaikan saja.
Friday, January 14, 2011
Yang Muda Yang Berinvestasi

Sesuai yudul (yang gak banget, i know) postingan ini yaitu, "Yang Muda Yang Berinvestasi", saya sesungguhnya ingin membahas investasi macam apa dan bagaimana sih yang cucok untuk muda-mudi single macam saya inih. Karena honestly, saya merasa terlalu boros dan serampangan dalam mengatur keuangan pribadi. Selama setahun lebih kerja, saya bisa dibilang gak punya apa-apa. Tabungan isinya cuma seiprit. Kendaraan (nyicil ataupun cash)? Gak punya. Deposito? Apalagi! Kesian banget ya
.Emang sih, usia saya masih muda banget (baru jalan 15 tahun looh, yeuk!). Dan kayanya kok berlebihan sekali dalam usia semuda ini (sekali lagi saya ulang, masih 15 tahun) serta perjalanan karir yang masih seumuran toge pendek, saya memaksakan diri berpusing-pusing mikirin gimana caranya nimbun duit setinggi puncak Bromo. Tapi seperti kata pepatah, "Umur Manusia Siapa Yang Tahu". Kalo saya mati muda, (amit-amit Yaoloh!! Jangan sampe! Entar emak saya mau morotin siapa lagi selaen saya?) masa saya cuma meninggalkan hinaan dan ATM kosong?? Gajah saja mati meninggalkan gading, masa saya cuma meninggalkan selemari baju-baju Pasar Senen?? Malu dong 'aahh!!
Zadiiiiiiiiiiiiiiii, cukup logis dong kalo saya (si Boros yang tidak tahu malu ini) mulai sedikit demi sedikit mengatur keuangan pribadi (yang sebenernya sih gak seberapa, cuma sayanya aja yang lebay) hihi.
*Bahasan saya kali ini akan saya batasi dari awal ya bro dan sis (nacinya keluar). Saya ini kan pegawai (tetap, alhamdulillah), jadi disini saya hanya akan membahas investasi yang cucok untuk kalangan pegawai saja, yang lain-lain (maaf sekali) tidak. Takut menyesatkan, secara bukan ladang saya*
Okeh lanjut lagi! So, yang namanya pegawai kan bisa kita asumsikan berpenghasilan jelas nih secara jumlah dan waktu. Tiap bulan pasti dong kita dapet yang namanya Gaji (untuk sebagian kalangan, pleus tunjangan) dengan jumlah yang (hampir) pasti sama. Namun, tiap bulan yang dimaksud disini bisa berbeda-beda secara tanggal. Pegawai Negeri Sipil (PNS) pasti memperoleh gaji pada tanggal 1, sementara Pegawai Swasta lebih beragam, biasanya sih di tanggal-tanggal pada akhir bulan (27-30). Saya pribadi biasanya Gajian pada tanggal 1 (bisa molor kalo tanggal 1 jatuh pada hari libur) dan mendapat Tunjangan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.
--> *magabut*Lalu selama ini, apakah yang saya lakukan dengan uang-uang tersebut?
Concern pertama saya ya pasti keluarga lah bokk. Dari semenjak awal saya bekerja, saya sudah berkomitmen untuk menyisihkan sejumlah besar uang untuk dikirim secara rutin setiap bulan ke rumah. Dan "kegiatan" ini tidak bisa diganggu gugat samsek (kecuali saya bener-bener kere ampe gak bisa makan). Kalo gak, saya bisa dicap Anak Dorhaka oleh Jeng Tutu* hiks hiks....

Yang kedua adalah bayar-membayar Kost. Yep fren, saya ini nge-Kost karena domisili saya bekerja letaknya jauuuuuuuuhh dari rumah. Mesti nyebrang laut segala lagi! Niat yah. Tapi gapapah, ini demi sekresek berlian! Jangankan Selat Sunda, palung Filipina pun akan saya sebrangi! (pake pesawat hehe). Kembali ke soal Kost, biaya Kost saya berada pada tingkat sedang. Maksudnya gak murah-murah amat tapi juga gak muahal. Saya membayar sejumlah Rp. 650.000,- untuk kamar ukuran 6x3 m2, full-furnished, kamar mandi dalam, cuci gosok dengan jumlah cucian seenak jidat, dan biaya listrik untuk barang-barang elektronik di luar lampu dan kipas angin. Lumance yes?? Saya rasa pun jumlah segitu tidak masuk dalam jenis pemborosan. (alibiiiiiiii!!)
Sisanya??
Nah sisanya ini yang jadi polemik. Untuk urusan Transport dan Perut sebetulnya relatif sih untuk saya. Transport? Nebeng. Kalopun gak nebeng, biaya transport saya terhitung gak seberapa. Makan? Nah ini dia yang awut-awutan. Saya doyan banget makan, doyan sedoyan-doyannya. Jadi kalo untuk urusan makanan, saya bisa menjadi sangat impulsif. Yang penting beli dulu, urusan dimakan apa gak mah belakangan. Aneh ya. Tapi mah kalo lagi kepepet, makan roti warung 3x sehari pun saya sanggup!! (bohooonng!!). Nama pun kepepet ya gak hehe
.Sisanya dari sisanya??
Harusnya sih masih ada sisa yang lumayan nih.
Kemana dong tuh duit?
Gak tau.... Serius! Abis blass gak jelas! Sebagian sih buat biaya pulang ke rumah. Sebagiannya lagi ini yang goib. Dibilang beli barang mahal, gak tuh. Dibagi-bagiin ke orang? Yeee enak aje!
Jadi bisa disimpulkan begini, "saya tidak pernah bermaksud menghambur-hamburkan uang secara tidak jelas, namun dikarenakan uang sisa tersebut tidak pernah ditujukan atau diarahkan secara spesifik, jadi doi habis begitu saja dimakan udara".
Naaaaaaaaahh, sudah jelas kan kasus saya. Jadi, saya ada duit lebih nih, namun bingung akan diapakan. Dipendem di ATM? Mana bissaaaaaa. Saya paling gatel nguras ATM selama jumlahnya masih lebih dari 6 dijit. Sedekah? Yah itu mah musti, tapi ya gak semua-muanya saya sedekahin dong aah hehe.
Jadi bijimane dong??
JRENG!
Di sinilah saya akan berbagi beberapa tips dan saran penyaluran uang yang asyik, berbekal hasil transfer-knowledge dari sesepuh-sesepuh di kantor. Yukk kita tengok!Tips No. 1 : Jangan Kebanyakan Ngayal!!
Begitu deh rasanya waktu kata-kata ini diucapkan Babe (Panggilan kesayangan kami untuk dedengkot alias Preman *ampun Be!! jangan bunuh akyu!* di Kantor) ke saya dan teman-teman. Beliau berpetuah agar kami itu jangan kebanyakan ngayal mau beli ini, mau nyicil itu, mau ini..mau anu..mau icuuuu.. DORR!! Tapi usaha buat beneran beli atau apply kridit aja gak ada. Intinya cuma duduk sambil berandai-andai, ngayal yang asyik-asyik, terus begitu sampe 5/10 tahun kedepan, dan aset yang didamba-dambakan pun harganya sudah membumbung macem birahi kucing pada musim kawin. And in the end, hasilnya sama aja doonng, (tetep) GAK PUNYA APA-APA!! Maka dari itu, do something guys! Kalo emang mau punya aset, ya gerak dong! Kebanyakan mikirin harga mah tiba-tiba udah tahun 2014 aje. Jangan lupa fren, harga selalu naik setiap hari Senin! *loh kok jadi iklan?*Tips No.2 : Jangan Takut Ngutang!
"Kalo lu gak berani ngutang mah gak bakal punya apa-apa! Potong kuping gua kalo lu orang ini bisa nabung gopek aja sebulan terus 5 tahun kemudian beli mobil, MUSTAHIIILLL!!"
*bunyi geledek khayalan*. Malu aku ihh. Dua kali dipukul K.O sama si Babeh hiks hiks.. Tapi bener juga loh men!! Untuk aset-aset besar (macem tanah, rumah, kendaraan) baiknya memang dicicil (Tapi ya kalo yu mampu bayar cash mah laen cerite, ini maksudnya kan buat kaum yang gak mampu macem awak :D). Memang sih tipe seperti kendaraan (yang ujung-ujungnya harganya malah jatoh pas cicilan lunas) kesannya kaya rugi. Eeeh gak juga loh! Kalo yu mau ngumpulin duit 5 tahun dulu baru beli mah udah keburu abis tuh duit buat biaya kawin. Lagian dengan sudah "merasakan" asetnya selagi dicicil, akan memotivasi kita untuk terus mencicil lagi....sampai LUNAS. Asikk gak tuh :D! (enggaaaaakk!)Tips No. 3 : Produk Bank
Nah fren, jaman sekarang kan udah banyak tuh produk-produk Bank yang lumayan menguntungkan untuk kita jajal. Sebut saja Deposito, Tabungan Rencana M*****i (TRM), AXA M*****i, Reksadana, endebre..endebre. Kok kayanya itu produk satu Bank ya?? Maap ya ceman, abisan payroll saya liwat situ sih, jadi pengetahuan saya cuma di Bank entu doang hehe. Nah, enaknya kalo kantor kita bekerjasama dengan Bank tertentu dalam urusan payroll adalah, kita rutin diiming-imingi berbagai produk investasi. Yang pernah saya coba adalah TRM. Cukup setahun sajah. Hasilnya? Gak selesai bokk. Awak terlanjur gatal untuk mengeruk habis isi ATM sebelom TRM-nya rampung hehe. Eh, TRM iku opo tho? TRM itu semacam deposito kecil-kecilan (kalo menurut saya lohh!!). Kita tidak harus menyetor jumlah uang pada awal buka akun. Cukup menyepakati tentang lamanya waktu TRM (starts from 1 tahun kalo gak salah) dengan jumlah starts from Rp. 100.000,-. Setelah itu setiap bulan tabungan kita akan didebet sesuai jumlah yang telah disepakati (Untuk lebih lengkapnya yey bisa cekidot ke marih). Dan yang paling asyik adalah...."Bebas biaya administrasi bulanan dan biaya asuransi". Uyeeeehh, lumayan tho :D! Then what about AXA? Reksadana? Maaf ya bow, awak belum pernah cuba. Saya jujur agak males apply asuransi sekarang dan sempet tertarik sama Reksadana tapi gak ada kelanjutan. Deposito? Kata temen nih ya, mendingan jangan dehhh! Kalo lagi butuh duit cepet PR banget cairinnya, penaltinya pun geda. Banyak mudharatnya gan! (kata temen awak loh yaa, bukan kata awak) CMIWW
.Tips No. 4 : KPR
Babeh: "Beli rumah gih!"
Ambo: "Eh buset, mahal kale beeeeeee!! Mana sanggup akuwh!"
Babeh: "Yee, kan bisa kridit, KPR. Beli di Lampung aja, masih banyak yang murah tuh! Mumpung lu masih muda, gak mikirin beli susu anak."
Ambo: (dalem hati) "Loh, bukannya susunya saya produksi sendiri??"
Hush, hush, abaikan bagian akhir percakapan. Intinya itu bukan susu-nya ya, tapi KPR-nya! Pliss deh!! hehe. Yep, kalo yey mampu secara keuangan dan menemukan lokasyong yang sreg di hati dan dompet, saya sarankan hajar saja bung! Beranikan diri anda untuk mengambil KPR. Tapi ingat, karena ini investasi iseng-iseng niat, jumlah cicilan pun harus disesuaikan dengan keadaan ya. Jangan terlalu maksa juga. Masa yu sampe gak makan sih demi bayar KPR, ya jangan doooooonng!
Anw, kalo yu bingung cara menghitung KPR, di beberapa situs jual beli rumah biasanya disediakan Kalkulator KPR. Jadi tinggal memasukkan jumlah cicilan, jumlah tahun cicilan, suku bunga Bank yang dipilih, maka Voila! jumlah cicilan per bulan pun terkalkulasi. Enak kaaaaan!!
Tips No. 5 : Tanah dan Emas
Waktu saya masih menjadi sekretaris dan masih punya buuanyak sekali waktu luang untuk sekedar ngobrol-ngobrol, saya sempat diberi wejangan oleh salah seorang Kasi,
"Kamu tau gak, dua jenis "barang" yang harganya gak akan turun-turun, malahan naik terus? Properti (tanah) dan Emas."image source: google image
Tips No. 6 : FYI
RT@SafirSenduk : "Empat macam barang yang nilainya menurun setelah dipakai: (1) Kendaraan, (2) Elektronik, (3) Furniture, (4) Busana."
Last but not least, tulisan di atas berasal dari tweet salah satu ahli perencanaan keuangan terkenal di Indonesia, Safir Senduk. Clear enough, no?
Sip Martusip!! Selesai juga awak punya tulisan. And if u guys have different opinion or want to add yours, feel free to mention it here. Kita semua kan masih dalam tahap belajar fren. Jadi, saling men-transfer ilmu adalah suatu hal yang sangat dianjurkan.
So these are mine, what yours?
Wednesday, January 12, 2011
Insomnia

Heya lovelies!! Awak muncuuuuuull :D!!! Akhirnya Ya Robb, saya ada nyali juga untuk menulis kembali!! *macam ada saja yang mau baca tulisan kau butet!* Hehehe. Anyway. sebenernya sih tadinya saya ingin sedikit berbasa-basi dulu sebelum masuk ke topik utama, bikin semacam paragraf pembuka gitu dwehh. Tapi apa mau dikata, otak ini sudah kronik karatannya. Ditambah lagi hati saya sudah dingin membeku dan keriangan saya mulai pudar akibat ditempa pekerjaan sebagai bagian front desk di kantor, YANG secara rutin bertemu ribuan (LEBAYY!!) orang-orang menyebalkan yang hobinya cari perkara *yaolooohh!!!*. Zadiiiiiiii, bijimane kalo kita langsung ke topik per-ngemengan saja, setuju ya? Setuju dooong! *ngomong sama tembok*. Ya abeeeess, udah gatel berat nih akika punya jari jemari hehehe. 
So, begini ceritanya.... Alkisah semalam (waktu Indonesia Bagian Lampung), di sebuah kamar berukuran kurbih 6x3 m2 , saya melakukan salah satu dari sekian banyak hobi saya di kala hati sedang gundah dan pulsa sedang berlimpah, yaitu... Internetan pake HP!!! *PENTING BANGET YA BOKK!!*
. Tapi disini tolong dicatat ya kalo saya ini tidak browsing yang porno-porno. Soale, kalo mau browsing begituan mah mending saya pake internet kantor aja, gratis tis tis! Hihihihihiiiiiii..
---> *emoticonnya ndak nyambung*Modus yang paling mudah dalam hal meng-kepo atau mencari info tentang sesuatu atau seseorang adalah, tidak lain dan tidak bukan, menggunakan bantuan Nyai GOOGLE, si nyai serba tau. Saya sering loh berhasil mencari info tentang banyak hal cuma berbekal si Nyai ini pleus bakat alami dalam mencari "kata kunci yang tepat". Naaahh, berbekal informasi dari Detik.com yang memberikan beberapa link dan nama si Blogger, saya pun mulai "bekerja". Pertama, ini yang paling gampang ya, adalah mengetik nama si Blogger ditambah embel-embel "meninggal" (serem ya, tapi yasudahlah yaa, namanya juga kepalang penasaran hehe). Apa yang saya dapatkan? BANYAK!!! Yang jelas, kebanyakan link yang muncul adalah link blog dan link forum. Daripada ribed ngeliat puluhan hasil pencarian, saya akhirnya memilih 2 saja.
- Yang pertama adalah tulisan salah seorang Blogger (yang lain ya, bukan yang meninggal ) tentang rasa sedih dan harunya akibat seorang kawan ngeblognya mokat alias telah tiada. Nama almarhumah adalah sHa, orang yang saya yakin adalah orang yang sama dengan yang dibahas di Detik.com. Nama lengkapnya kalo gak salah Natasha Anya (widiii, namanya cakep deh, pasti anak gaul), asal Solo. Secara saya paling muak dengan ucapan bela sungkawa berlebih-lebihan pleus dramatisasi diluar ambang batas, saya mending gak usah bahas isi tulisannya disini deh ya daripada bikin nyinyir. Soalnya, yang sebenernya menarik buat dibahas itu bukan konten tulisannya, tapi justru foto dan komen-komennya. Nah jadi begindang, tadinya saya gak aktifin tuh mode gambar di HP (biar ngirit), cuma kok ya saya penasaran juga sama foto si sHa (H-nya harus gede ya boww, biar gawul. Yeuk!) ini. Dan begitu saya aktifin mode gambar, yang keluar malah, JRENG!
"Foto (yang diduga) mayatnya dia dalam posisi tidur yang (kayanya) abis didandanin" *Naci bokk kayanya, biar caem gitu kali ya sebelom dikremasi hihi*. Aseli ye, jantung awak mau tjopot rasanya! Betul deh! Gengges rasanya malem-malem liat foto begituan, jadi merinding sendiri. Alhasil langsung aja saya tutup foto tersebut dan kembali ke komen (phiuh!). ~Hop hop! *lompat ke komen*~
. Apakah isi komennya?? BUANYAK!! Kalo gak ada kata kunci yang bikin saya penasaran, males aja deh baca komen segambrengan begitu. Lalu, apa dong kata kuncinya?? *lama-lama kok jadi kaya kuis*. Kata kuncinya adalah *eng ing eng* FIKTIF. Yeah baby, FIKTIP! Ternyata semakin kebawah, komen-komen disana mulai meragukan bahwa tokoh sHa disini adalah tokoh yang benar-benar ada alias real. Mengapa? Hal ini dikarenakan (kesimpulan saya setelah mabok baca komen) TIDAK ADA seorang pun yang komen (teman dekat ataupun yang mengaku teman dekat sekali) yang pernah bertemu muka dengan almarhumah. Paling banter chatting, teleconference, atau yang paling "real", saling bertelepon. Ditambah lagi, tidak ada satu keluarga pun atau teman sepermainan kek, atau teman "real" sHa yang sanggup atau mau mengkonfirmasi bahwa berita itu nyata adanya. Bahkan sampai Detik.com pun kewalahan menelusuri riwayat hidup si sHa ini dan akhirnya menghentikan investigasi mereka. Singaneh gak tuh?? 
- Link kedua yang saya click adalah link blog yang ternyata terkoneksi langsung dengan artikel tentang sHa di Detik.com. Isinya sih hanya sedikit basa-basi belasungkawa dan beberapa link yang berhubungan dengan kisah kasus si "Natasha Anya" ini. Komennya bagaimana? Jangan ditanya deh! Baru kali ini saya melihat blog yang konten tulisannya saja tidak lebih dari 10 baris dan (maaf) isinya juga gak penting-penting amat, bisa mencapai angka 600 (lebih sedikit) komen jekk!! Marvellous!!! Bikin mata melotot dan jantung kodot-kodot
!! Namun, apakah hal di atas sudah sangat hiperbolik untuk saya?? Belum! Saya ternyata harus menengok isi komennya untuk memastikan bahwa INILAH bagian yang paling tajam, setajam.... SILET! *with fenirose ngemeng accent*. Satu kata untuk mendeskripsikannya, DRAMA! Dari mulai komen menye-menye, komen sampah/junk, komen investigasi, komen ngibul, sampai komen (yang mengandung sebagian) fakta pun ada. Orang-orang yang komen siapa? Dari orang numpang lewat, orang yang (lagi-lagi) niatannya cuma untuk nge-junk, geng aneh yang-katanya-sih-kenal-banget si sHa, temen-temen forumnya si sHa di orange.net (yaoloh, jadul pisan), sampe orang-orang yang cuma sekedar penasaran dan gatel pengen eksis di tengah kehebohan tersebut. Yang saya salut sih, kegiatan saling berbalas komen untuk tulisan tersebut bertahan sampai kurbih 3 tahun loh teman. Hebat ya! Intinya sih begini, blog kedua ini berisi investigasi yang jauh lebih mendalam tentang keaslian tokoh sHa yang sangat fenomenal itu dan melibatkan lebih banyak pihak-pihak baru. Banyak sekali temuan-temuan yang semakin menegaskan bahwa tokoh sHa, ternyata memang cuma tokoh rekaan alias FIKTIF. Dan kematiannya itu hanyalah cara si "OTAK UTAMA" (whom-i-dunno-who) menarik diri dari dunia yang dia ciptakan. Alasannya? Embuh. Hingga saat ini, hal tersebut masih menjadi misteri. Anw, daripada saya stres karena harus mem-breakdown satu-persatu investigasi dari sumber tersebut, baiknya saya beri saja linknya ke agan-agan sekalian (yang (mungkin) lagi kurang kerjaan dan mau sedikit berpusing-pusing) untuk cekidot link ini. Monggo digaraaaaapp.... 

Ngokk!! Tiba-tiba awak blank mau menulis apalagi
! Namun, berhubung awak ingin tetap tampil konsisten dengan konsep awal tulisan ini yang sudah terlanjur basah tidak ber-kata-pembuka, maka awak pun memutuskan untuk tidak memakai kata penutup. Sekian dan terima aja deehhh. *kecup santai* 






